Kulit Glowing

Tips Dokter Gizi Agar Kulit Glowing Saat Puasa Ramadan Tetap Sehat

Tips Dokter Gizi Agar Kulit Glowing Saat Puasa Ramadan Tetap Sehat
Tips Dokter Gizi Agar Kulit Glowing Saat Puasa Ramadan Tetap Sehat

JAKARTA - Menjaga kesehatan kulit selama menjalankan ibadah puasa ternyata tidak hanya bergantung pada produk perawatan luar. 

Pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka juga memiliki peran penting dalam mempertahankan kondisi kulit agar tetap sehat, cerah, dan tampak glowing sepanjang bulan Ramadan. 

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan makan yang kurang tepat selama puasa justru dapat memengaruhi kondisi tubuh sekaligus kesehatan kulit dari dalam.

Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengatur pola makan secara tepat agar energi tetap stabil dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. 

Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih makanan yang kurang seimbang saat berbuka atau bahkan melewatkan sahur. Padahal, kedua waktu makan tersebut sangat menentukan kondisi tubuh selama menjalankan puasa.

Menurut dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK, sebagai spesialis gizi klinik, pemenuhan gizi seimbang serta hidrasi yang cukup merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit selama bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa selama berpuasa tubuh memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan karena tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi ini membuat pemilihan makanan saat sahur dan berbuka menjadi sangat penting agar tubuh tetap memiliki energi yang cukup sekaligus menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal.

Pola Makan Saat Berbuka Sering Keliru

Banyak orang memiliki kebiasaan yang sama ketika waktu berbuka tiba, yaitu langsung mengonsumsi makanan manis, gorengan, atau minuman manis. Kebiasaan ini memang terasa menyenangkan setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, tetapi jika dilakukan terus-menerus justru dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

"Pada waktu berbuka ya mesti lengkap, yang diutamakan biasanya gorengan, manis-manis dan minuman manis. Seharusnya makan yang benar jadinya kenyang. Pada waktu berbuka harus lengkap karena harus mengisi gizi yang lengkap. Sering kali melupakan sahur, jadinya sore sudah lemas karena cadangannya tidak cukup," kata dokter Cindi.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang menganggap berbuka hanya sekadar menghilangkan rasa lapar, padahal seharusnya menjadi kesempatan untuk mengisi kembali kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang. Jika tidak diperhatikan dengan baik, tubuh dapat kehilangan energi lebih cepat dan bahkan berdampak pada kondisi kesehatan kulit.

Pentingnya Nutrisi Seimbang Saat Berpuasa

Selama menjalankan puasa, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap agar fungsi metabolisme tetap berjalan dengan baik. Nutrisi tersebut meliputi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, serta mineral yang semuanya memiliki peran masing-masing bagi tubuh.

Dokter Cindiawaty menegaskan bahwa keseimbangan nutrisi dalam menu makanan sangat penting agar tubuh tidak kehilangan massa otot dan tetap bertenaga selama menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Pada waktu berpuasa awalnya kita konsumsi karbohidrat, lemak, berlanjut. Makanannya harus balance, ada sumber karbohidrat dan kompleks. Roti gandum, nasi merah dan gizi seimbang. Sayuran dan protein juga harus lengkap. Kalau lagi diet turunkan lemak tubuhnya," jelasnya.

Karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau nasi merah membantu menyediakan energi yang bertahan lebih lama. Sementara itu, protein berperan penting dalam menjaga massa otot serta memperbaiki jaringan tubuh. Sayuran juga tidak kalah penting karena mengandung vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dengan komposisi makanan yang tepat, tubuh akan tetap memiliki energi yang stabil selama menjalankan puasa sekaligus membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat dan bercahaya.

Peran Hidrasi Dalam Menjaga Kesehatan Kulit

Selain makanan bergizi, kecukupan cairan juga menjadi faktor penting selama bulan Ramadan. Tubuh tetap membutuhkan air yang cukup agar proses metabolisme berjalan dengan baik, termasuk untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam.

Dokter Cindiawaty menjelaskan bahwa kebutuhan air putih selama berpuasa tetap harus terpenuhi meskipun waktu minum terbatas. Ia menyarankan konsumsi sekitar tujuh hingga delapan gelas air setiap hari.

"Kalau diisi kopi dan teh supaya semakin banyak keluar cairan. Sedangkan kita membutuhkan gizi yang lengkap saat berpuasa. Kalau tidak kita mencicil dari sahur, asupan gizi untuk tubuh makanya sahur itu penting maka dari itu wajib dipenuhi. Harus bergizi lengkap dan seimbang. Sahur 30-40%, buka puasa 40-50%, sisanya 10-20%," terangnya.

Minuman seperti kopi dan teh memang dapat memberikan sensasi segar, tetapi konsumsi berlebihan justru dapat memicu tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Oleh karena itu, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.

Protein Dan Aktivitas Fisik Bantu Kulit Tetap Sehat

Pada akhir penjelasannya, dr. Cindiawaty juga memberikan panduan praktis mengenai pentingnya konsumsi protein serta menjaga aktivitas fisik selama Ramadan. Kedua hal ini tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh tetapi juga berpengaruh pada kesehatan kulit.

"Jadi, Perhatikan kebutuhan cairan: sekitar 8-10 gelas per hari. Sahur minum 2-3 gelas, pada waktu buka 2-3 gelas, 4-5 gelas di antaranya. Perhatikan konsumsi protein nomor satu ikan, ayam, daging dan lainnya," ucap dokter Cindi.

Protein memiliki peran penting dalam menjaga massa otot agar tetap kencang serta mencegah tubuh menjadi lemas atau kehilangan energi. Selain itu, nutrisi yang cukup juga membantu menjaga elastisitas kulit sehingga tampak lebih sehat.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan produk perawatan dari luar. Asupan nutrisi yang tepat justru menjadi fondasi utama agar kulit tetap sehat.

"Jangan lupa olahraga jika sudah berbuka puasa. Kesehatan kulit tidak hanya dari perawatan luar. Nutrisi seimbang membantu mendukung stabilitas kulit dari dalam. Ketika keseimbangan dari dalam tubuh terjaga, perawatan topikal menjadi lebih optimal," tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index