Usulan Penggantian Nama Peringatan Hari Ibu Menjadi Hari Perempuan Indonesia

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:09:01 WIB
Usulan Penggantian Nama Peringatan Hari Ibu Menjadi Hari Perempuan Indonesia

JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengajukan usulan penting yang berpotensi mengubah cara masyarakat Indonesia merayakan peran perempuan dalam kehidupan sosial, keluarga, dan pembangunan. 

Usulan tersebut adalah untuk mengganti nama peringatan Hari Ibu yang selama ini dikenal menjadi Hari Perempuan Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memberikan apresiasi yang lebih luas terhadap kontribusi seluruh perempuan Indonesia, tidak hanya mereka yang sudah menjadi ibu. 

Gagasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam acara peringatan HUT ke-10 Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) di Jakarta pada 18 Februari 2026.

Nannie menjelaskan bahwa perubahan nama ini diharapkan dapat memperluas makna perayaan Hari Ibu, yang selama ini sering dianggap hanya merayakan ibu sebagai seorang ibu rumah tangga. 

Dalam pandangan Nannie, perempuan-perempuan hebat yang belum menjadi ibu atau yang memiliki peran luar biasa dalam masyarakat dan dunia usaha juga pantas dihargai. 

"Jika yang dirayakan hanya Hari Ibu, maka mereka yang belum menjadi ibu merasa tidak dihargai. Perempuan-perempuan hebat lainnya akan berpikir 'saya kan belum jadi ibu'," ujar Nannie dalam sambutannya.

Hari Perempuan Indonesia sebagai Representasi Semua Perempuan

Perubahan penamaan Hari Ibu menjadi Hari Perempuan Indonesia bukan hanya soal nama, tetapi juga soal makna yang lebih inklusif. 

Kowani berharap bahwa dengan penggantian nama ini, setiap perempuan dari berbagai latar belakang dapat merasa dihargai dan dihormati atas kontribusi mereka dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai ibu, profesional, pengusaha, ataupun pemimpin masyarakat. 

Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa perempuan yang berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi juga mendapatkan ruang yang lebih luas dalam masyarakat.

“Supaya perempuan Indonesia makin semangat. Kalau Hari Ibu, merasa hanya ibu saja yang mendapatkan bunga,” lanjut Nannie. 

Ia menekankan bahwa perubahan ini akan terus diperjuangkan agar dapat diterima oleh pemerintah pusat. Nannie berharap bahwa dengan peringatan Hari Perempuan Indonesia, semua perempuan, baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih muda dan berkarier, bisa merayakan peran mereka yang berharga dalam memajukan bangsa.

Pentingnya Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan yang Lebih Merata

Selain itu, Kowani juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam memperkuat keluarga dan membentuk generasi masa depan. Peningkatan kualitas perempuan diyakini dapat berdampak langsung pada ketahanan keluarga dan daya saing masyarakat. 

Oleh karena itu, organisasi perempuan seperti Kowani mendorong untuk memperkuat kerjasama lintas komunitas dan memperluas program pemberdayaan yang dapat berjalan lebih merata.

Nannie menjelaskan lebih lanjut bahwa Kowani berupaya untuk meningkatkan kapasitas perempuan melalui berbagai program, seperti peningkatan literasi digital dan penguatan jejaring. Pemberdayaan perempuan juga harus dibarengi dengan pengembangan ekosistem usaha yang inklusif, yang dapat menciptakan peluang bagi perempuan untuk tumbuh dan berkembang dalam dunia bisnis. 

Program-program pemberdayaan ini juga diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan di desa-desa yang seringkali memiliki akses terbatas terhadap informasi dan kesempatan.

Kolaborasi Antara Pemerintah dan Komunitas untuk Pemberdayaan Perempuan

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Dewan Pengawas DPP Perwira, Anak Agung Putri Puspawati, yang menekankan bahwa peningkatan kualitas perempuan akan memiliki dampak besar pada ketahanan keluarga dan daya saing masyarakat. 

Menurutnya, program pemberdayaan perempuan di Indonesia perlu didukung dengan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk kementerian terkait dan pemerintah daerah. 

Dukungan dari berbagai instansi akan sangat membantu keberhasilan pelaksanaan program yang dapat memberikan dampak nyata pada perempuan di berbagai sektor, termasuk sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Putri mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Kowani, Perwira, dan berbagai kementerian seperti Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan perempuan. 

"Seperti bazar Kowani hari ini, tidak mungkin dapat terlaksana jika tanpa dukungan Kementerian UMKM yang diwakili oleh Ibu Christina Agustin selaku Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM dan Pemprov DKI Jakarta di mana Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan UKM DKI Jakarta, Ibu Elisabeth Ratu Rante Allo, datang langsung ke tempat kami," ungkap Putri.

Mewujudkan Indonesia yang Setara dan Berkeadaban

Di samping itu, Kowani dan Perwira juga mendorong penguatan program berbasis komunitas hingga tingkat desa untuk memperluas akses pemberdayaan dan literasi hukum bagi perempuan. 

Hal ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia yang adil, setara, dan berkeadaban, di mana perempuan memperoleh ruang aman untuk tumbuh, berkarya, dan memimpin. 

Program-program pemberdayaan yang berbasis komunitas diharapkan dapat memberikan akses lebih luas bagi perempuan di daerah-daerah terpencil untuk mengembangkan potensi diri mereka.

Dengan berbagai inisiatif ini, Kowani dan Perwira berharap dapat mempercepat tercapainya kesetaraan gender di Indonesia. Tidak hanya itu, mereka juga ingin memastikan bahwa perempuan mendapatkan ruang yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam berbagai sektor kehidupan, baik itu ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

Terkini