MMLP Cetak Laba Bersih Rp63,2 Miliar Meski Pendapatan Tumbuh

Selasa, 24 Februari 2026 | 08:55:01 WIB
MMLP Cetak Laba Bersih Rp63,2 Miliar Meski Pendapatan Tumbuh

JAKARTA - PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP), emiten pergudangan yang tergabung dalam Grup Astra, melaporkan hasil yang beragam dalam laporan keuangan tahun 2025. 

Meskipun mencatatkan pertumbuhan positif pada pendapatan, perusahaan ini mengalami penurunan signifikan pada laba bersih. 

Dalam laporan keuangan yang diaudit, MMLP berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp355,65 miliar, yang tumbuh sebesar 3,59% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp343,32 miliar pada 2024.

Pendapatan perusahaan terutama berasal dari sewa gudang dan ruang kantor yang merupakan sewa operasi. Pembayaran sewa ini diakui sebagai pendapatan berdasarkan garis lurus selama masa sewa yang berlaku. 

Di samping pendapatan dari sewa operasi, MMLP juga memperoleh pemasukan dari layanan manajemen properti dan jasa penasihat dana strategis, yang diakui sebagai pendapatan pada periode jasa tersebut diberikan.

Sumber Pendapatan MMLP yang Signifikan

Secara lebih rinci, sumber pendapatan utama MMLP berasal dari sewa kantor dan gudang yang memberikan kontribusi sebesar Rp317,48 miliar, diikuti oleh pendapatan dari utilitas sebesar Rp18,77 miliar. 

Selain itu, perusahaan juga memperoleh pendapatan dari jasa penasihat dana strategis sebesar Rp7 miliar, serta sewa peralatan yang menyumbang Rp3,48 miliar. Pemasukan lainnya datang dari pihak berelasi yang tercatat Rp6,54 miliar. 

Beberapa klien besar yang memberikan kontribusi signifikan dalam laporan keuangan ini antara lain PT Lastana Express Indonesia (Lazada Express) dengan Rp80 miliar, serta PT DHL Supply Chain Indonesia yang menyumbang Rp55,3 miliar.

Dengan pendapatan yang mengalami kenaikan, seharusnya MMLP bisa mengoptimalkan kinerja keuangannya. Namun, meskipun adanya pertumbuhan pendapatan, emiten ini harus menghadapi tantangan besar pada bagian laba bersih yang justru mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan Laba Bersih yang Signifikan

Meskipun pendapatan mengalami peningkatan, laba bersih MMLP pada tahun 2025 tercatat hanya sebesar Rp63,2 miliar, sebuah penurunan signifikan sebesar 73,86% jika dibandingkan dengan laba bersih pada 2024 yang mencapai Rp241,83 miliar. 

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya pengaruh luar biasa pada tahun sebelumnya, di mana pada 2024 MMLP memperoleh keuntungan besar dari kenaikan nilai wajar properti investasi sebesar Rp200,25 miliar. Faktor inilah yang turut mendongkrak laba bersih pada 2024, yang tidak dapat terulang pada 2025.

Selain itu, di bagian pengeluaran, MMLP membukukan beban yang cukup tinggi, mencapai Rp204,73 miliar. Beban biaya keuangan tercatat sebesar Rp157,61 miliar, dan pajak penghasilan final yang harus dibayarkan perusahaan juga cukup besar, yaitu Rp35,39 miliar. Semua faktor ini berkontribusi pada penurunan laba bersih yang cukup tajam meskipun ada kenaikan pendapatan dari aktivitas usaha utamanya.

Aset dan Liabilitas MMLP pada 2025

Pada akhir tahun 2025, MMLP mencatatkan total aset sebesar Rp6,61 triliun, sementara total liabilitasnya mencapai Rp1,83 triliun. Dengan demikian, ekuitas yang dimiliki perusahaan tercatat sebesar Rp4,78 triliun. Angka-angka ini menunjukkan posisi keuangan yang relatif stabil meskipun ada penurunan laba bersih. 

Posisi aset dan ekuitas yang solid memberikan gambaran bahwa MMLP memiliki landasan yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan keuangan di masa depan.

Penting untuk dicatat bahwa sejak September 2025, PT Saka Industrial Arjaya (SIA) menjadi entitas induk dari MMLP dan anak perusahaannya. SIA sendiri dikendalikan oleh PT Astra International Tbk., yang merupakan bagian dari Grup Astra. 

Sementara itu, Astra International Tbk. berada di bawah kendali Jardine Matheson Holdings Limited, sebuah perusahaan yang berpusat di Bermuda.

Tantangan dan Prospek MMLP di Masa Depan

Walaupun mencatatkan penurunan laba bersih, kinerja pendapatan yang positif menunjukkan bahwa MMLP masih memiliki prospek yang cerah dalam bisnis pergudangan dan properti. 

Pertumbuhan pendapatan dari sewa gudang dan ruang kantor masih menjadi pendorong utama bagi perusahaan, sementara klien-klien besar seperti Lazada Express dan DHL Supply Chain Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan.

Namun, untuk mengoptimalkan kinerja keuangannya di masa depan, MMLP perlu fokus pada pengelolaan beban operasional, biaya keuangan, dan pengurangan pajak yang harus dibayar. 

Peningkatan laba bersih menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi, terutama dengan adanya fluktuasi nilai properti yang berpengaruh pada pendapatan non-operasional.

Perusahaan juga dihadapkan pada tantangan dalam hal mempertahankan hubungan dengan pihak berelasi dan klien-klien besar, serta menjaga tingkat hunian properti yang disewakan. 

Sektor properti yang terus berkembang dan meningkatnya kebutuhan akan gudang dan ruang kantor modern memberikan peluang bagi MMLP untuk terus tumbuh, meskipun ada penurunan laba bersih.

Terkini