Pertamina Tambah 710 Ribu Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Selama Ramadhan

Kamis, 26 Februari 2026 | 08:38:20 WIB
Pertamina Tambah 710 Ribu Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Selama Ramadhan

JAKARTA - Menjelang Ramadhan 1447 H, perhatian publik kembali tertuju pada ketersediaan energi rumah tangga, khususnya elpiji 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. 

Lonjakan aktivitas memasak saat bulan puasa kerap mendorong peningkatan konsumsi gas bersubsidi, sehingga potensi kelangkaan perlu diantisipasi sejak awal.

Dalam konteks ini, langkah penguatan pasokan menjadi krusial agar distribusi elpiji tetap berjalan lancar. Kebijakan penambahan stok bukan hanya soal jumlah tabung, tetapi juga memastikan distribusi tepat sasaran dan harga tetap sesuai ketentuan. 

Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran sulit memperoleh elpiji.

Upaya antisipatif tersebut juga mencerminkan sinergi antara badan usaha dan pemerintah daerah. Evaluasi kebutuhan di lapangan menjadi dasar pengambilan kebijakan agar suplai tidak tersendat di tengah meningkatnya permintaan.

Langkah Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Selama Ramadhan

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan elpiji 3 kilogram di Jawa Tengah sebanyak 710.160 tabung untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan 1447 H.

"Tambahan 710.160 tabung akan disalurkan secara bertahap mulai hari ini hingga minggu depan dan akan terus kami evaluasi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan," ujar Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu.

Taufiq menjelaskan tambahan pasokan tersebut merupakan "extra dropping" atau penyaluran di luar alokasi harian reguler yang telah ditetapkan.

Evaluasi Bersama Pemerintah Daerah Jadi Dasar Kebijakan

Kebijakan penambahan pasokan diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama pemerintah daerah menyusul tren peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram selama bulan Ramadhan.

Langkah evaluatif ini dilakukan untuk membaca dinamika kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Dengan pemetaan kebutuhan yang lebih akurat, penyaluran tambahan diharapkan mampu menjawab lonjakan permintaan tanpa menimbulkan kelangkaan di tingkat pangkalan.

Pendekatan berbasis data lapangan juga menjadi bentuk kehati-hatian agar penyaluran extra dropping tetap proporsional, menyesuaikan kondisi riil di masing-masing daerah.

Penguatan Stok Pangkalan Resmi Dan Kepastian Harga

Menurut Taufiq, tambahan pasokan tersebut memperkuat stok di pangkalan resmi sehingga masyarakat tetap memperoleh elpiji 3 kg sesuai Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Penguatan stok di pangkalan resmi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas distribusi. Dengan stok yang cukup, peluang terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga dapat ditekan.

Ketersediaan di pangkalan resmi juga memastikan masyarakat memperoleh elpiji bersubsidi sesuai peruntukannya, tanpa harus membeli dari jalur distribusi yang tidak resmi.

Imbauan Beli Di Pangkalan Resmi Hindari Harga Tinggi

Taufiq mengimbau masyarakat membeli elpiji bersubsidi di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET.

Masyarakat juga diminta tidak membeli elpiji kg dengan harga yang melambung tinggi di atas HET guna menghindari praktik penjualan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pembelian di pangkalan resmi, menurut Taufiq, menjadi langkah paling sederhana untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan, yakni Rp18.000 per tabung.

"Secara rata-rata, di setiap desa atau kelurahan terdapat sembilan hingga 10 pangkalan resmi elpiji 3 kilogram yang telah terdaftar dan diawasi, sehingga akses masyarakat terhadap elpiji subsidi tetap terjaga," ujar Taufiq.

Terkini