Megawati Sampaikan Selamat Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:12:19 WIB
Megawati Sampaikan Selamat Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran

JAKARTA - Perkembangan politik internasional kembali menjadi sorotan setelah Iran menetapkan pemimpin tertinggi baru yang akan memimpin negara tersebut. Pergantian kepemimpinan ini menarik perhatian berbagai tokoh dunia, termasuk dari Indonesia, yang turut menyampaikan respons dan ucapan selamat atas penunjukan tersebut.

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menjadi salah satu tokoh yang memberikan ucapan selamat kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan serta dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan di negara tersebut.

Megawati menyampaikan ucapan selamat tersebut secara langsung melalui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Pertemuan itu berlangsung di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta, dalam suasana yang hangat dan penuh penghormatan terhadap hubungan persahabatan antara kedua pihak.

Selain menyampaikan ucapan selamat, Megawati juga mengenang hubungan baik yang pernah terjalin antara dirinya dengan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini menunjukkan adanya hubungan historis yang telah terbangun sejak lama.

Megawati Serahkan Surat Ucapan Selamat

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menggantikan Almarhum Ayatollah Ali Khamenei. Ucapan itu disampaikan Megawati saat menerima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di Menteng, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga secara langsung menyerahkan surat ucapan selamat untuk Mojtaba Khamenei melalui Dubes Boroujerdi.

"Ini adalah surat kedua, saya merasa gembira bahwa karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali," kata Megawati saat menyerahkan surat tersebut, dikutip dari siaran pers, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk komunikasi diplomatik yang menunjukkan perhatian Megawati terhadap perkembangan politik di Iran.

Ucapan selamat yang disampaikan juga mencerminkan harapan agar kepemimpinan baru di Iran dapat membawa stabilitas dan kemajuan bagi negara tersebut.

Selain itu, hubungan baik antara Indonesia dan Iran diharapkan dapat terus terjalin melalui komunikasi yang terbuka serta saling menghormati antarnegara.

Pertemuan Dihadiri Sejumlah Pengurus PDI-P

Pertemuan Megawati dengan Duta Besar Iran itu tidak berlangsung secara tertutup sepenuhnya. Sejumlah tokoh penting dari internal PDI-P juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dan sejumlah pengurus DPP PDI-P, yakni Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDI-P Andi Widjajanto.

Kehadiran para pengurus partai tersebut menunjukkan bahwa pertemuan itu juga memiliki makna politik dan diplomatik yang cukup penting. Selain menyampaikan ucapan selamat, Megawati juga menunjukkan foto-foto kunjungannya ke Teheran pada 2004 dan bertemu langsung dengan Ali Khamenei.

"Ini bukti saya punya hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei," ucap Megawati kepada Boroujerdi.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan personal antara tokoh-tokoh politik dunia dapat berperan dalam memperkuat komunikasi antarnegara.

Megawati Sebelumnya Sampaikan Duka Cita

Sebelum mengirimkan surat ucapan selamat kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Megawati lebih dahulu menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, Megawati juga telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran Untuk Indonesia di Jakarta. Surat itu berisi ungkapan duka cita mendalam atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.

Ucapan belasungkawa tersebut menunjukkan empati Megawati terhadap situasi yang terjadi di Iran. Tindakan tersebut juga mencerminkan sikap diplomatik dalam menjaga hubungan baik dengan negara lain di tengah dinamika geopolitik internasional. Selain itu, ucapan duka cita tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap peran Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin penting dalam sejarah politik Iran.

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Diberitakan sebelumnya, Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru pada Senin, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Penunjukan tersebut diputuskan oleh Majelis Ahli Iran, lembaga yang terdiri dari 88 ulama yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran.

"Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran," demikian pernyataan lembaga tersebut, dikutip dari AFP.

Jabatan pemimpin tertinggi memberikan kewenangan terakhir kepada Mojtaba dalam berbagai urusan negara di Iran. Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh Majelis Ahli melalui mekanisme pemungutan suara.

Lembaga ini terdiri dari ulama senior yang dipilih publik setiap delapan tahun sekali, tetapi seluruh kandidatnya harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Dewan Penjaga.

Jika posisi pemimpin tertinggi kosong akibat kematian atau pengunduran diri, Majelis Ahli akan segera menggelar sidang untuk memilih pengganti melalui proses pemungutan suara sederhana.

Sesuai konstitusi Iran, calon pemimpin tertinggi harus merupakan ahli hukum Islam Syiah yang memiliki pengetahuan mendalam tentang yurisprudensi serta dinilai memiliki kemampuan politik, keberanian, dan kapasitas administrasi.

Sebelum Mojtaba Khamenei, hanya pernah terjadi satu kali peralihan kekuasaan di posisi pemimpin tertinggi Iran, yakni ketika Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran 1979, meninggal dunia pada 1989 dan digantikan oleh Ali Khamenei.

Terkini