Tender Wajib LAPD Berjalan Jumlah Pemegang Saham Terus Bertambah

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:00:59 WIB
Tender Wajib LAPD Berjalan Jumlah Pemegang Saham Terus Bertambah

JAKARTA - Perubahan struktur kepemilikan saham pada sebuah perusahaan terbuka sering kali berdampak langsung terhadap dinamika investor di pasar modal. 

Hal ini juga terlihat pada PT Leyand International Tbk. yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan jumlah pemegang saham setelah masuknya pengendali baru serta pelaksanaan tender wajib.

Aksi korporasi yang sedang berlangsung tersebut membuat perhatian investor terhadap saham perseroan meningkat. Seiring dengan proses Mandatory Tender Offer (MTO) yang tengah berjalan, jumlah pemegang saham perusahaan juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 28 Februari 2026 yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor PT Leyand International Tbk. tercatat mencapai 8.832 pihak. Angka ini meningkat sekitar 1.829 pemegang saham dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berjumlah 7.003 pihak.

Kenaikan jumlah investor tersebut menunjukkan adanya perhatian yang lebih besar dari pelaku pasar terhadap saham perseroan, terutama setelah terjadinya perubahan kepemilikan saham yang melibatkan pengendali baru.

Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Perseroan

Masuknya pemegang saham pengendali baru menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perubahan komposisi kepemilikan saham PT Leyand International Tbk. Saat ini, struktur kepemilikan saham perseroan menunjukkan sekitar 51% saham berada di bawah kendali pengendali baru, yaitu PT JSI Sinergi Mas.

Sementara itu, sekitar 49% saham lainnya dimiliki oleh publik atau free float. Struktur ini mencerminkan keseimbangan antara kepemilikan pengendali dan partisipasi investor publik di pasar modal.

Masuknya pengendali baru tersebut terjadi setelah PT JSI Sinergi Mas menuntaskan pengambilalihan saham pada November 2025. Dalam transaksi tersebut, perusahaan membeli sekitar 2,08 miliar saham PT Leyand International Tbk. dari sejumlah pemegang saham lama.

Beberapa pihak yang melepas kepemilikan sahamnya dalam proses tersebut termasuk Layman Holdings Pte Ltd. Transaksi ini kemudian menempatkan PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru di perusahaan tersebut.

Perubahan kepemilikan saham tersebut juga diikuti oleh langkah lanjutan berupa pelaksanaan tender wajib kepada pemegang saham publik.

Pelaksanaan Mandatory Tender Offer Oleh Pengendali Baru

Sejalan dengan aksi pengambilalihan saham yang telah dilakukan sebelumnya, pengendali baru saat ini tengah melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) atas saham PT Leyand International Tbk.

Tender wajib tersebut berlangsung selama 30 hari, yaitu sejak 28 Februari hingga 29 Maret 2026. Dalam proses ini, PT JSI Sinergi Mas menawarkan harga sebesar Rp51 per saham kepada para pemegang saham yang ingin melepas kepemilikannya.

Melalui tender offer tersebut, PT JSI Sinergi Mas menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 1,65 miliar saham. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 41,62% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.

Jika seluruh saham yang ditawarkan dalam tender wajib tersebut berhasil dibeli, maka nilai maksimum transaksi diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp84,2 miliar.

Langkah ini merupakan bagian dari kewajiban yang harus dilakukan oleh pemegang saham pengendali setelah melakukan pengambilalihan perusahaan terbuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Pengendali baru juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana yang memadai untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran dalam pelaksanaan tender wajib tersebut.

Perseroan Siapkan Transformasi Bisnis Baru

Di tengah perubahan struktur kepemilikan saham tersebut, manajemen PT Leyand International Tbk. juga tengah menyiapkan langkah transformasi bisnis guna meningkatkan kinerja perusahaan di masa mendatang.

Salah satu strategi yang sedang dipertimbangkan adalah merambah sektor energi dan pertambangan sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pendapatan tambahan bagi perseroan.

Upaya ekspansi tersebut antara lain dilakukan melalui rencana akuisisi perusahaan kontraktor pertambangan PT Bersaudara Sinergi Sejahtera. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat portofolio usaha perseroan di sektor energi dan pertambangan.

Dengan adanya rencana ekspansi tersebut, perusahaan berupaya memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Transformasi bisnis ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja operasional perusahaan.

Sinergi Strategis Untuk Mendorong Kinerja Perseroan

Direktur Utama PT Leyand International Tbk., Jamal Abdul Sasir Bamadhai, menyampaikan bahwa perseroan bersama dengan pengendali baru PT JSI Sinergi Mas saat ini mulai menjalankan berbagai langkah sinergi strategis.

Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional serta memperkuat pengembangan usaha perusahaan ke depan.

Jamal Abdul Sasir Bamadhai dalam keterbukaan informasi menyebutkan perseroan bersama dengan Pengendali Baru PT JSI Sinergi Mas mulai melakukan beberapa langkah sinergi strategis guna meningkatkan kinerja operasional dan pengembangan usaha.

Hal itu meliputi transfer pengetahuan dan teknologi, penguatan jaringan supply chain termasuk penjajakan akses terhadap pemasok dan mitra strategis. Selain itu, kedua pihak juga melakukan kolaborasi dalam kegiatan riset dan pengembangan atau Research and Development (R&D).

Langkah lainnya adalah melakukan koordinasi strategis dalam perencanaan pengembangan usaha perseroan di masa depan.

“Sinergi tersebut sampai dengan saat ini masih dalam tahap pengembangan dan implementasi secara bertahap, dengan harapan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja ke depannya,” paparnya.

Selain itu, perseroan juga tengah melakukan penjajakan terhadap sejumlah peluang aksi korporasi strategis lainnya. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk potensi akuisisi beberapa perusahaan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah serta mendukung peningkatan kinerja perseroan dalam jangka panjang.

Terkini