MBG

Program MBG Efektif Ringankan Beban Gizi Anak Keluarga Indonesia

Program MBG Efektif Ringankan Beban Gizi Anak Keluarga Indonesia
Program MBG Efektif Ringankan Beban Gizi Anak Keluarga Indonesia

JAKARTA - Perhatian terhadap pemenuhan gizi anak kini tidak hanya dipandang sebagai urusan keluarga, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan manusia yang lebih luas. 

Dalam konteks tersebut, pemerintah menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai intervensi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar anak sekaligus membantu ketahanan ekonomi rumah tangga. 

Program ini dinilai memberi dampak berlapis, mulai dari berkurangnya beban pengeluaran keluarga hingga terbukanya peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui akses makanan bergizi yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

Perlindungan Sosial yang Meringankan Beban Keluarga

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyatakan Program Makan Bergizi Gratis berhasil menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, sebagaimana diperkuat hasil survei Badan Pusat Statistik. 

"Ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi di sekolah, beban orang tua dalam menyiapkan bekal dan memenuhi kebutuhan pangan harian otomatis berkurang. Inilah bentuk perlindungan sosial yang produktif," ujar Dadan.

Pernyataan tersebut merujuk pada survei baseline BPS yang melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia. Mayoritas penerima manfaat merasakan kemudahan memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, terutama di wilayah pedesaan. 

Dampak ini menunjukkan bahwa intervensi gizi tidak hanya berpengaruh pada kesehatan anak, tetapi juga pada pengelolaan waktu dan pengeluaran keluarga secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari.

"MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Pengurangan pengeluaran rumah tangga membuka ruang bagi keluarga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan lain yang lebih produktif, seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan," ujar Dadan.

Intervensi Penting di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Pengamat kebijakan publik Fakhrido Susilo menilai program makan bergizi gratis menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Program ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial negara yang bersifat fundamental bagi masa depan generasi.

“Seluruh negara di dunia juga menempuh ini. Ada India tidak lepas dari gejolak ekonomi dunia, Brazil, dan Amerika. Tapi tetap ada tanggung jawab sosial negara yang harus dipenuhi dan mereka tidak menghentikan program midday meal-nya,” ujar Fakhrido.

Ia juga menyoroti realitas sosial banyak orang tua Indonesia yang bekerja lebih dari satu profesi demi memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut kerap membuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi terabaikan. 

“Terkadang mereka memiliki pekerjaan utama menjadi buruh di pagi hari dan pengemudi ojek online di sore hari. Ini membuat perhatian terhadap gizi anak sering terabaikan. Adanya MBG justru meringankan beban orang tua, memastikan anak mendapatkan asupan berkualitas tanpa mengganggu produktivitas kerja mereka,” ujarnya.

Menurut Fakhrido, nutrisi yang diberikan melalui program ini bukan sekadar persoalan kenyang, melainkan berkaitan langsung dengan kemampuan berpikir dan kualitas pembelajaran. Tanpa fondasi gizi yang kuat sejak dini, peningkatan kualitas pendidikan di jenjang lebih tinggi akan sulit tercapai. 

"Jika kita punya jalan tol yang luas tapi manusianya tidak berkualitas, bagaimana kita mau bersaing di 2045? Indonesia Emas adalah tentang pembangunan manusia," ujarnya. 

Ia juga mendorong pemerintah melakukan studi komparatif serta evaluasi dampak dengan melibatkan lembaga penelitian independen agar tata kelola program semakin efisien tanpa mengurangi kualitas gizi penerima manfaat.

Investasi Jangka Panjang Pembangunan Manusia

Pakar sekaligus edukator kesehatan Rita Ramayulis memandang program ini sebagai langkah strategis jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia. 

Ia menilai kehadiran MBG merupakan solusi konkret untuk mendekatkan akses anak terhadap makanan bergizi di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi keluarga. 

"Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk mendekatkan dan memudahkan akses ke makanan bergizi," ujarnya.

Lebih jauh, Rita menekankan pentingnya diversifikasi menu sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program. Ia mengingatkan agar penyediaan makanan tidak terfokus pada jenis tertentu saja, melainkan memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang beragam. 

"Kalau kita fokus pada pangan lokal, aneka ragam pangan anak meningkat, lapangan pekerjaan dan pendapatan penduduk pun tentu ikut naik. Jadi efek ekonominya nyata," ujarnya.

Pendekatan berbasis pangan lokal juga dinilai mampu menjaga ketersediaan bahan makanan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Selain itu, penggunaan bahan lokal berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran tanpa menurunkan kualitas gizi yang diterima anak-anak di sekolah.

Potensi Besar Pangan Lokal dan Efisiensi Anggaran

Indonesia memiliki keragaman sumber pangan yang sangat besar, mulai dari ratusan jenis buah, sayur, sumber karbohidrat, protein, hingga kacang-kacangan. Pemanfaatan kekayaan tersebut dinilai dapat memperkuat keberlanjutan program sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan tertentu. 

“Tidak akan ada keluhan kalau kita memanfaatkan pangan lokal. Nah, ini yang harus di-eksplore lebih jauh lagi,” ujar Rita.

Optimalisasi potensi pangan lokal bukan hanya berdampak pada kualitas konsumsi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di tingkat daerah. Produksi, distribusi, hingga pengolahan bahan makanan dapat melibatkan pelaku usaha lokal sehingga manfaat program meluas ke sektor ekonomi masyarakat.

Dengan berbagai dampak tersebut, Program Makan Bergizi Gratis dipandang tidak sekadar sebagai bantuan pangan, melainkan strategi komprehensif yang menghubungkan perlindungan sosial, pembangunan manusia, dan penguatan ekonomi keluarga. 

Keberlanjutan serta pengelolaan yang efektif menjadi kunci agar manfaatnya terus dirasakan lintas generasi dan berkontribusi pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index