Menhan

Menhan Sjafrie Tegaskan Prajurit TNI Solusi Ketahanan Pangan

Menhan Sjafrie Tegaskan Prajurit TNI Solusi Ketahanan Pangan
Menhan Sjafrie Tegaskan Prajurit TNI Solusi Ketahanan Pangan

JAKARTA - Peran Tentara Nasional Indonesia tidak hanya berhenti pada tugas pertahanan negara, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. 

Dalam konteks tantangan pangan, kesehatan, dan ekonomi di daerah, kehadiran prajurit diharapkan mampu memberi dampak nyata yang dirasakan rakyat. 

Pandangan inilah yang kembali ditegaskan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat.

Menhan menilai bahwa prajurit TNI harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan tempat mereka bertugas. Bukan sekadar menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga ikut menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat setempat, khususnya terkait ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.

Kunjungan Menhan Ke Satuan TNI Di NTB

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kesiapan prajurit Yonif TP 875/Sangga Yudha Perkasa (SYP) yang berada di Doro Mboha, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pembinaan dan evaluasi kesiapan satuan TNI di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menyoroti pentingnya kesiapan prajurit tidak hanya dari sisi kemampuan tempur, tetapi juga sensitivitas sosial terhadap kondisi masyarakat sekitar. Ia menilai satuan TNI yang ditempatkan di daerah harus mampu membaca kebutuhan lokal dan menyesuaikan perannya secara konstruktif.

Menurut Sjafrie, keberadaan prajurit di wilayah tugas semestinya menjadi kekuatan yang memberi rasa aman sekaligus harapan baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan inklusif dinilai sangat penting agar TNI benar-benar hadir sebagai bagian dari kehidupan rakyat.

TNI Sebagai Tentara Rakyat

Sjafrie kembali menegaskan jati diri TNI sebagai tentara rakyat yang memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Ia mengingatkan bahwa sejarah TNI tidak bisa dipisahkan dari perjuangan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

“Saya menegaskan bahwa prajurit TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan mengabdi sepenuhnya demi keutuhan NKRI,” ujar Sjafrie.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tugas prajurit tidak semata-mata bersifat militeristik. Nilai pengabdian kepada rakyat menjadi fondasi utama dalam menjalankan setiap penugasan, termasuk saat berada di wilayah dengan tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks.

Sjafrie menilai, jika prajurit mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat, maka kehadiran TNI akan diterima sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, bukan sekadar aparat keamanan.

Profesionalisme Tempur Dan Misi Sosial

Dalam arahannya, Sjafrie mengingatkan bahwa profesionalisme tempur tetap menjadi prioritas utama prajurit TNI. Namun, hal tersebut harus berjalan beriringan dengan misi sosial yang melekat pada tugas prajurit sebagai tentara rakyat.

Ia menekankan bahwa disiplin latihan, kesiapan operasional, keamanan satuan, serta pembinaan kesehatan dan pendidikan prajurit tidak boleh dilepaskan dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, prajurit yang sehat, terlatih, dan berpendidikan baik akan lebih mampu berperan aktif dalam membantu masyarakat. Dengan demikian, keberadaan TNI tidak hanya dirasakan dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup rakyat.

Sjafrie juga menilai bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial akan memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan sinergi yang berkelanjutan.

Prajurit Diminta Jadi Solusi Ketahanan Pangan

Secara lebih spesifik, Sjafrie meminta agar kehadiran satuan TNI di daerah tidak menjadi beban bagi warga sekitar. Sebaliknya, prajurit diharapkan mampu menjadi motor penggerak solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat lokal.

“Kehadiran prajurit tidak boleh menjadi beban, melainkan solusi untuk ketahanan pangan, pelayanan kesehatan lapangan, hingga penguatan ekonomi,” ujar dia.

Sjafrie menilai ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang membutuhkan peran lintas sektor, termasuk keterlibatan TNI. Di daerah dengan potensi pertanian dan peternakan, prajurit dapat berkontribusi melalui pendampingan, pengolahan lahan, hingga distribusi hasil produksi.

Selain ketahanan pangan, Menhan juga menekankan pentingnya peran prajurit dalam mendukung pelayanan kesehatan lapangan, terutama di wilayah yang akses fasilitas kesehatannya masih terbatas. Kehadiran TNI diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dasar masyarakat dengan sumber daya yang tersedia.

Lebih jauh, Sjafrie berharap prajurit dapat ikut mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi setempat. Dengan demikian, kehadiran TNI benar-benar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan TNI tidak hanya diukur dari kesiapan tempur, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Peran inilah yang diharapkan terus diperkuat seiring dinamika tantangan nasional ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index