Prabowo

Prabowo Tegaskan Kekuasaan Bersumber Dari Tuhan Saat Nuzulul Quran Nasional

Prabowo Tegaskan Kekuasaan Bersumber Dari Tuhan Saat Nuzulul Quran Nasional
Prabowo Tegaskan Kekuasaan Bersumber Dari Tuhan Saat Nuzulul Quran Nasional

JAKARTA - Perayaan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun 1447 Hijriah menjadi momen refleksi penting bagi para pemimpin dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, nilai-nilai keagamaan, kepemimpinan, serta tanggung jawab moral kembali diingatkan sebagai landasan dalam menjalankan amanah negara.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin pada hakikatnya bukan sekadar hasil proses politik. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah yang berasal dari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dan harus digunakan untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran serta keadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo setelah mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh tokoh agama sekaligus ahli tafsir Al-Qur’an, Quraish Shihab. Doa tersebut disampaikan dalam acara Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Momentum keagamaan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah dan refleksi spiritual, tetapi juga menjadi ruang bagi pemimpin negara untuk mengingat kembali tanggung jawab besar yang melekat pada kepemimpinan.

Kepemimpinan Dipandang Sebagai Amanah Dari Tuhan

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa kekuasaan dan kepemimpinan itu seluruhnya bersumber dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan usai mendengar doa yang dipanjatkan tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab untuknya, dalam acara Nuzulul Qur'an tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

"Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber daripada Yang Maha Kuasa dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran," kata Prabowo, Selasa malam.

Kepala Negara memahami bahwa kekuasaan adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pandangan Prabowo bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi kekuasaan, tetapi merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran moral.

Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus mampu membawa manfaat bagi masyarakat luas serta menjaga nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

Ia juga menegaskan bahwa seorang pemimpin harus selalu mengingat sumber kekuasaan yang sebenarnya agar tidak menyalahgunakan amanah yang diberikan oleh rakyat.

Pencerahan Dari Ceramah Quraish Shihab

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa ceramah yang disampaikan Quraish Shihab memberikan makna mendalam bagi dirinya sebagai seorang pemimpin.

Oleh karenanya ia mengungkapkan, hikmah maupun ceramah yang disampaikan Quraish Shihab memberikan pencerahan yang sangat besar bagi dirinya.

"Sangat besar artinya bagi saya, pencerahan pengertian beliau yang disampaikan tentang keadilan. Dan juga tentang takdir seorang pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat," tutur Prabowo.

Menurutnya, pemahaman yang disampaikan oleh Quraish Shihab membantu memperkuat kesadaran mengenai makna kepemimpinan yang sejati.

Ia pun berterima kasih kepada Quraish Shihab karena mau memberikan ceramah kepada para tamu yang hadir. Ceramah itu kata Prabowo, memberi arti tentang hal-hal yang mendasar.

"Arti damai, arti kedamaian, arti perdamaian, dapat juga memberi kepada kita perbedaan itu bukan suatu yang harus mengarah kepada perpecahan," tandas Prabowo.

Pesan tersebut dinilai penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada di masyarakat.

Doa Quraish Shihab Untuk Presiden

Sebelumnya, Quraish Shihab mendoakan Presiden Prabowo agar mampu menjalani kegiatan yang menyejahterakan rakyat dan menciptakan keadilan. Doa serupa sempat dipanjatkan oleh gurunya kepada Presiden Mesir. Doa tersebut berisi tentang kekuasaan yang seluruhnya bersumber dari Allah SWT.

"Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat: 'Kekuasaan bersumber dari Tuhan," kata Quraish Shihab dalam momen itu, Selasa malam.

Sama seperti gurunya, ia menekankan, tidak ada satupun makhluk yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Yang Maha Kuasa, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan maupun penguasa itu durhaka.

Quraish Shihab lalu mengikuti kata-kata gurunya yang saat itu disampaikan kepada Presiden Mesir. Dalam do'anya, ia berharap dapat membantu Presiden jika memang Presiden dipilih dan telah ditakdirkan untuk rakyat.

"Baru beliau berkata—dan ini yang saya ingin doakan buat Bapak—katanya: 'Saya tidak tahu, boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami, rakyat—dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat—maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak," ujar Quraish.

Harapan Kepemimpinan Yang Membawa Kedamaian

Dalam doa yang disampaikan, Quraish Shihab juga mengungkapkan harapan agar kepemimpinan Presiden Prabowo mampu membawa keadilan serta perdamaian bagi masyarakat.

"Tapi kalau Bapak, kalau Yang Mulia katanya, adalah menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak," jelas dia.

Selain doa tersebut, Quraish Shihab juga membacakan doa yang berisi permohonan kepada Tuhan agar manusia dapat hidup dalam kedamaian.

Berikut ini doa Quraish Shihab untuk Prabowo:

Allahumma Antas Salam, wa minkas salam, wa ilaika ya'uddus salam, ahyina Rabbana bis salam, wa adkhilnal jannata daraka daras salam.

Terjemahan Bahasa Indonesia: Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai. Dari-Mu bersumber kedamaian. Kepada-Mu kembali kedamaian. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak di surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan penyandang kemuliaan dan keagungan.

Doa tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan, kekuasaan, dan kehidupan manusia pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan kedamaian serta kesejahteraan bagi sesama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index