JAKARTA - Industri tambang dan pertanian sering dianggap sebagai dua sektor yang saling bertentangan, tetapi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, kedua sektor ini justru berkembang berdampingan dengan baik.
Di desa Buton, yang dikenal sebagai pusat industri nikel nasional, pertanian rakyat tidak hanya bertahan, tetapi bahkan semakin berkembang.
Darwan Aduhasan, seorang petani muda yang juga penggerak Kelompok Tani Pelangi, membuktikan bahwa industri tambang dan pertanian bisa saling mendukung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.
Dalam sebuah upaya kolaborasi yang menarik, Darwan bekerja sama dengan Harita Nickel untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Pertanian dan Industri Nikel: Dua Sektor yang Saling Mendukung
Meskipun Pulau Obi identik dengan industri nikel, Darwan justru melihat peluang di tengah geliat pertambangan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun banyak yang skeptis tentang kemungkinan sinergi antara kedua sektor tersebut, kenyataannya, industri tambang dan pertanian di desa ini dapat berjalan beriringan. Bahkan, sektor pertanian bisa mendapatkan manfaat dari industri tambang yang berkembang pesat.
"Percaya gak percaya, namun yang terjadi di sini memang unik. Industri tambang dan pertanian rakyat bisa berjalan beriringan. Bahkan saling mendukung," ujar Darwan.
Sebagai penggerak pertanian di Desa Buton, Darwan berusaha mengubah persepsi masyarakat dan mendukung perkembangan sektor pertanian. Ia mengorganisir petani lokal melalui Kelompok Tani Pelangi dan mengajak generasi muda untuk kembali melihat pertanian sebagai profesi yang menguntungkan.
Dengan dukungan dari Harita Nickel, yang berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Darwan dan kelompoknya menerima pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas lahan.
Program Pemberdayaan yang Meningkatkan Produktivitas Petani
Pada tahun 2022, melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel, Darwan dan kelompok taninya mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis organik. Fokus utama dari program ini adalah pada dua komoditas yang memiliki permintaan tinggi: padi dan semangka.
Pendampingan yang diberikan mencakup peningkatan teknik bertani, serta penerapan metode pertanian yang ramah lingkungan dan meningkatkan hasil panen.
Hasilnya, pada Januari 2026, kelompok tani di Desa Buton mengalami lonjakan produktivitas yang signifikan. Produktivitas padi meningkat dari 1 ton menjadi 5 ton gabah kering per hektar, sementara untuk semangka, hasil panen juga meningkat pesat, mencapai 8 ton per hektar. Yang lebih membanggakan, semangka yang diproduksi adalah semangka organik yang sehat dan berkualitas tinggi.
Tak hanya itu, hasil pertanian mereka juga dipasok untuk memenuhi kebutuhan katering bagi lebih dari 25 ribu karyawan Harita Nickel yang bekerja di wilayah tersebut.
Peluang Ekonomi dan Keterlibatan Generasi Muda
Darwan kini fokus pada keberlanjutan dan regenerasi petani. Melihat potensi besar yang ada di sektor pertanian, ia merasa penting untuk mengajak generasi muda Desa Buton dan sekitarnya untuk melihat pertanian sebagai pilihan masa depan yang menguntungkan.
Darwan aktif mengembangkan inisiatif Kelompok Tani Milenial dan memperkuat Program Sentani (Sentra Ketahanan Pangan Obi) untuk membangun ketahanan pangan di wilayah tersebut.
“Harapan kami, semakin banyak generasi muda memahami kalau pertanian dapat menghidupi,” ungkap Darwan.
Dengan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pertanian dan bagaimana sektor ini bisa memberi manfaat jangka panjang, Darwan berharap dapat mengubah pandangan mereka tentang profesi petani.
Ia ingin agar anak-anak muda tidak hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan yang terpinggirkan, tetapi sebagai salah satu peluang terbaik untuk masa depan yang layak.
Keberlanjutan dan Kolaborasi untuk Masa Depan
Kolaborasi antara pertanian rakyat dan industri nikel di Pulau Obi memberikan contoh yang positif tentang bagaimana dua sektor yang berbeda dapat saling melengkapi.
Sementara industri nikel memberikan peluang kerja dan investasi yang besar, pertanian rakyat menyediakan pangan lokal yang berkualitas dan mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Melalui program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani dan keberlanjutan, Harita Nickel menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengembangkan industri tambang, tetapi juga menjaga kesejahteraan masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu, model kolaborasi ini juga membuka peluang bagi sektor swasta lain untuk berperan dalam pengembangan sektor pertanian di daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Pulau Obi.
Dengan menggabungkan industri tambang yang berkembang pesat dengan pertanian yang berkelanjutan, Pulau Obi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan simbiosis mutualisme antara industri dan pertanian.