Adira Finance

Adira Finance Prediksi Tantangan dan Strategi Pembiayaan 2026

Adira Finance Prediksi Tantangan dan Strategi Pembiayaan 2026
Adira Finance Prediksi Tantangan dan Strategi Pembiayaan 2026

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), atau lebih dikenal dengan Adira Finance, memperkirakan bahwa industri pembiayaan di tahun 2026 akan menghadapi berbagai tantangan. Hal ini disampaikan oleh Chief of Financial Officer (CFO) Adira Finance, Sylvanus Gani, dalam wawancaranya dengan Bisnis pada 10 Februari 2026.

Menurutnya, tantangan terbesar datang dari ketergantungan sektor multifinance pada sektor otomotif yang selama ini menjadi kontributor utama bagi pembiayaan.

Gani menegaskan bahwa karakteristik industri multifinance yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor membuat prospek pembiayaan di sektor ini sangat terkait dengan kondisi pasar otomotif.

 “Industri multifinance masih sangat erat kaitannya dengan sektor otomotif, yang menjadi kontributor utama pembiayaan,” ungkapnya.

Kondisi Makroekonomi dan Tantangan Sektor Otomotif

Dalam menjelaskan proyeksi untuk 2026, Gani menyebutkan bahwa sektor otomotif yang menjadi pilar utama pembiayaan Adira Finance pada tahun 2026 masih akan menghadapi berbagai hambatan. 

Daya beli masyarakat yang cenderung melambat, dinamika suku bunga, serta ketidakpastian ekonomi global dipandang sebagai faktor-faktor yang dapat menekan pertumbuhan pembiayaan di sektor ini. Hal ini, menurutnya, dapat memperlambat laju pertumbuhan piutang pembiayaan dalam industri multifinance secara keseluruhan.

“Faktor-faktor tersebut bisa menahan laju pertumbuhan piutang pembiayaan di industri multifinance,” ujar Gani. 

Menurutnya, meskipun terdapat potensi dalam sektor otomotif, proyeksi pertumbuhannya tetap akan bergantung pada pemulihan daya beli masyarakat dan dinamika perekonomian makro yang lebih luas.

Strategi Diversifikasi Adira Finance Hadapi Tantangan

Meskipun dihadapkan dengan tantangan yang cukup besar pada tahun 2026, Gani tetap optimis dengan masa depan Adira Finance. Perusahaan berencana untuk mengadopsi strategi diversifikasi guna mengatasi keterbatasan pada sektor otomotif. 

Dengan mengembangkan segmen-segmen pembiayaan lain yang lebih berpotensi, Adira Finance berharap dapat tetap menjaga stabilitas kinerja piutang meskipun kondisi di sektor otomotif belum sepenuhnya pulih.

Gani menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan sektor otomotif, tetapi juga fokus pada sektor-sektor lain yang memberikan potensi pertumbuhan lebih besar.

 “Dengan pendekatan diversifikasi ini, kami berharap bisa menjaga kinerja pembiayaan tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Di samping itu, Adira Finance juga tengah memperkuat sektor non-otomotifnya, yang selama ini menjadi penyumbang pertumbuhan penting bagi perusahaan. Dengan adanya diversifikasi produk dan layanan, Adira Finance yakin dapat memperluas cakupan pasar dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor otomotif yang penuh tantangan.

Proyeksi Pembiayaan pada 2026 dan Pemulihan Sektor Otomotif

Meskipun sektor otomotif dihadapkan pada tantangan besar, Adira Finance tetap mematok target pertumbuhan yang realistis untuk tahun 2026. 

Perusahaan membidik pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sekitar 10 persen hingga 12 persen pada tahun tersebut, meskipun sektor otomotif, khususnya kendaraan roda empat, masih dalam fase pemulihan. 

Gani mengungkapkan bahwa sektor otomotif akan berusaha mencapai laju pertumbuhan pembiayaan antara 4 persen hingga 6 persen, seiring dengan harapan pemulihan yang mulai terjadi di tahun tersebut.

“Untuk sektor otomotif, kami berharap bisa tumbuh antara 4% hingga 6% untuk piutang pembiayaan Adira Finance. Sementara itu, untuk penyaluran pembiayaan secara keseluruhan, kami menargetkan pertumbuhan antara 10% hingga 12%,” jelas Gani.

Dengan strategi diversifikasi yang diusung, Adira Finance berharap dapat meraih pencapaian ini meskipun tantangan di sektor otomotif terus membayangi. 

Pemulihan bertahap di sektor otomotif menjadi harapan besar agar kinerja perusahaan tetap stabil dan dapat bersaing di pasar pembiayaan yang semakin kompetitif.

Pencapaian Adira Finance pada Tahun Sebelumnya

Sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di tahun 2026, Adira Finance mencatatkan kinerja yang cukup positif pada tahun 2025. Perusahaan mengalami pertumbuhan pembiayaan sebesar 18 persen pada tahun tersebut. Capaian ini didorong oleh penggabungan usaha dengan PT Mandala Multifinance, yang berkontribusi pada ekspansi bisnis dan pertumbuhan pembiayaan non-otomotif yang semakin kuat.

Pertumbuhan signifikan dalam sektor non-otomotif ini menjadi salah satu pendorong utama kesuksesan Adira Finance di tahun 2025. Gani menjelaskan, “Tahun lalu kami mengalami pertumbuhan pembiayaan sebesar 18% berkat bergabungnya Mandala Finance. Selain itu, kami juga mendapatkan dorongan besar dari sektor non-otomotif, yang tumbuh 33%.”

Namun, meskipun pencapaian tersebut patut diapresiasi, sektor otomotif, khususnya kendaraan roda empat, mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Penurunan penjualan mobil sepanjang tahun lalu menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya koreksi pada pembiayaan kendaraan roda empat.

Tantangan dan Peluang dalam Industri Pembiayaan Multifinance

Sebagai salah satu perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia, Adira Finance menyadari bahwa tahun 2026 akan penuh tantangan. Tidak hanya terkait dengan sektor otomotif yang penuh ketidakpastian, tetapi juga dengan faktor-faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat secara keseluruhan. 

Namun, dengan adanya diversifikasi produk dan layanan, serta strategi pemulihan sektor otomotif yang diharapkan terjadi, Adira Finance tetap optimis dapat menjaga stabilitas dan pertumbuhannya.

Dengan strategi yang matang dan pemulihan sektor otomotif yang bertahap, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi pada industri pembiayaan di Indonesia, meskipun tantangan yang ada cukup besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index