Laba Bank Mega 2025 Meningkat 28% Berkat Fee Based Income

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:55:35 WIB
Laba Bank Mega 2025 Meningkat 28% Berkat Fee Based Income

JAKARTA - PT Bank Mega Tbk berhasil mencatatkan kinerja yang sangat positif pada tahun buku 2025 meski menghadapi berbagai tantangan, seperti tekanan suku bunga dan persaingan ketat di sektor likuiditas perbankan. 

Bank yang dikenal dengan layanan perbankan ritel dan korporasi ini berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 28% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kekuatan fundamental yang terus berkembang.

Dalam laporan keuangan tahun 2025, Bank Mega mencatatkan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp 4,16 triliun, naik dibandingkan dengan Rp 3,26 triliun pada tahun 2024. 

Sementara itu, laba setelah pajak (PAT) tercatat sebesar Rp 3,36 triliun, mengalami peningkatan signifikan dari Rp 2,63 triliun pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Berbasis Biaya Menjadi Katalis Utama

Menurut Corporate Secretary Bank Mega, Christiana M. Danamik, pencapaian laba yang membanggakan tersebut sebagian besar didorong oleh kenaikan besar dalam pendapatan berbasis biaya (fee based income). Pendapatan ini tercatat naik 54%, menjadi Rp 2,79 triliun, dari Rp 1,82 triliun pada 2024. 

Fee based income berperan penting sebagai sumber pendapatan yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan pendapatan bunga yang dipengaruhi langsung oleh fluktuasi suku bunga.

“Ini merupakan suatu hal yang disyukuri Bank Mega, karena mampu diraih di situasi kondisi perekonomian yang relatif menantang,” kata Christiana.

Strategi efisiensi yang diterapkan dengan disiplin juga berperan dalam mendukung kinerja perusahaan, memungkinkan Bank Mega untuk menjaga daya saing di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Pertumbuhan Aset dan Penyaluran Kredit yang Kuat

Dari sisi aset, Bank Mega mencatatkan kenaikan sebesar 4% menjadi Rp 140,83 triliun pada akhir 2025, dibandingkan dengan Rp 134,92 triliun pada 2024. 

Kenaikan ini menunjukkan bahwa Bank Mega terus memperkuat posisi keuangannya, meskipun menghadapi berbagai tekanan dari sektor perbankan.

Bank Mega juga berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid dalam hal penyaluran kredit. Total kredit yang disalurkan pada 2025 mencapai Rp 67,23 triliun, naik 4% dari Rp 64,65 triliun pada tahun sebelumnya. 

Kredit korporasi menjadi penyumbang utama dalam pencapaian ini, dengan kontribusi mencapai 69% dari total kredit yang disalurkan, atau sekitar Rp 46,30 triliun.

Kredit korporasi menjadi salah satu pilar utama Bank Mega, mencerminkan kepercayaan perusahaan dalam sektor ini sebagai sumber pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan. 

Fokus pada sektor korporasi sejalan dengan strategi Bank Mega untuk mendiversifikasi portofolio kredit dan meningkatkan kualitas aset.

Dana Pihak Ketiga Terus Menunjukkan Tren Positif

Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK tumbuh sebesar 14%, mencapai Rp 104,13 triliun pada 2025, dibandingkan dengan Rp 91,67 triliun pada tahun sebelumnya. 

Meski mayoritas DPK masih berasal dari deposito, saldo CASA (Current Account Savings Account) juga mengalami kenaikan 2%, menjadi Rp 28,14 triliun, dari Rp 27,57 triliun pada periode sebelumnya. Kenaikan CASA ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan nasabah terhadap Bank Mega.

Langkah-langkah efisiensi yang dijalankan Bank Mega juga mencatatkan hasil positif, terutama dalam menekan biaya dana (cost of fund). Dengan menjaga cost of fund pada level yang kompetitif, Bank Mega berhasil menciptakan margin yang lebih sehat, meski menghadapi tekanan likuiditas di industri perbankan. 

Ini menjadi indikator yang baik bahwa Bank Mega dapat tetap beroperasi secara efisien meski menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.

Proyeksi dan Strategi Ke Depan

Melihat pencapaian tersebut, Christiana M. Danamik menyatakan bahwa pertumbuhan yang terjadi pada 2025 mencerminkan perbaikan fundamental bisnis Bank Mega. 

Ke depan, Bank Mega akan terus melakukan penyesuaian strategi bisnis guna memastikan profitabilitas yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk nasabah, pemegang saham, dan masyarakat secara umum.

Dengan fokus pada penguatan pendapatan berbasis biaya, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas kredit, Bank Mega berharap dapat terus menjaga pertumbuhan positif di masa yang akan datang. 

Meski tantangan ekonomi global dan lokal terus ada, Bank Mega berkomitmen untuk tetap menjadi pemain yang handal di industri perbankan Indonesia, dengan memberikan solusi perbankan yang inovatif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja positif Bank Mega pada 2025 menunjukkan kemampuan bank ini untuk bertahan dan berkembang di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan. 

Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, didorong oleh peningkatan fee based income, serta manajemen yang efisien, Bank Mega siap untuk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian Indonesia. 

Strategi yang tepat dan fokus pada peningkatan layanan perbankan akan menjadi kunci bagi bank ini dalam mempertahankan momentum pertumbuhannya di masa depan.

Terkini