5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menyebabkan Wajah Breakout

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:01:35 WIB
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menyebabkan Wajah Breakout

JAKARTA - Meskipun kamu sudah rutin menggunakan skincare yang tepat, jerawat tetap muncul di wajah? Mungkin kebiasaan sehari-hari yang tidak kamu sadari bisa menjadi penyebabnya. 

Tak hanya produk yang kamu gunakan, gaya hidup sehari-hari seperti cara tidur, pola makan, hingga kebiasaan tidak mengelola stres dapat memengaruhi kondisi kulit wajah. 

Beberapa kebiasaan sederhana yang mungkin terlihat sepele, ternyata bisa menjadi faktor utama munculnya jerawat atau breakout yang sangat mengganggu.

Ada banyak hal yang dapat memengaruhi kondisi kulit wajah kita, mulai dari kebersihan lingkungan hingga kesehatan fisik dan mental.

Berikut ini adalah lima kebiasaan yang bisa tanpa kamu sadari menyebabkan wajah breakout dan bagaimana cara menghindarinya.

1. Kurang Tidur

Tidur adalah waktu bagi kulitmu untuk memperbaiki diri, namun jika kamu kurang tidur, kondisi kulit bisa terganggu. Menurut Healthline, kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon kortisol yang menyebabkan peningkatan minyak di wajah. 

Kortisol yang diproduksi saat tubuh stres dapat memicu kelenjar minyak untuk memproduksi sebum berlebihan. Inilah yang akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Berdasarkan studi dalam jurnal Clocks & Sleep, ada hubungan langsung antara kualitas tidur dengan keparahan jerawat. Jadi, kurang tidur bukan hanya membuatmu merasa lelah, tetapi juga mempengaruhi kesehatan kulit. 

Untuk mencegah jerawat akibat kurang tidur, usahakan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Tidur yang cukup membantu proses perbaikan kulit dan menjaga keseimbangan hormon, yang penting untuk mencegah breakout.

2. Stres yang Tidak Dikelola

Stres adalah salah satu penyebab jerawat yang sering diabaikan. Ketika kamu stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon kortisol ini tidak hanya menyebabkan peningkatan produksi minyak, tetapi juga bisa menambah peradangan di kulit. Hal ini akan membuat jerawat semakin parah.

Penelitian dalam jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology menemukan bahwa stres kronis meningkatkan hormon androgen yang terkait dengan perkembangan jerawat. Untuk itu, mengelola stres dengan cara yang efektif sangat penting agar kulit tetap sehat. 

Beberapa cara yang bisa kamu coba antara lain meditasi, yoga, olahraga ringan, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Dengan mengurangi tingkat stres, kamu bisa mencegah masalah kulit yang sering muncul akibat hormon yang tidak terkendali.

3. Jarang Ganti Sarung Bantal

Mungkin kamu tidak menyadari bahwa sarung bantal yang kotor bisa menjadi sarang bakteri yang memicu jerawat. Saat kamu tidur, wajahmu bersentuhan langsung dengan sarung bantal yang sudah dipenuhi oleh kotoran, minyak, dan bakteri. Jika sarung bantal jarang diganti, semua kotoran itu akan berpindah kembali ke wajah dan menyumbat pori-pori.

Menurut Cleveland Clinic, ini adalah salah satu penyebab utama munculnya jerawat, terutama di area pipi dan dagu yang sering bersentuhan dengan bantal. Bantal yang kotor ini dapat menyebabkan jenis jerawat yang disebut "acne mechanica", yang muncul akibat gesekan dengan benda tertentu. 

Untuk menghindari hal ini, kamu disarankan untuk mengganti sarung bantal setiap dua hingga tiga hari sekali, atau lebih sering jika kulitmu sangat rentan berjerawat. Pilih juga sarung bantal yang terbuat dari bahan lembut seperti sutra atau katun yang lebih ramah terhadap kulit.

4. Sering Menyentuh Wajah dan Kontak dengan Handphone

Menyentuh wajah mungkin tampak seperti kebiasaan yang tidak berbahaya, namun ini adalah salah satu kebiasaan utama yang menyebabkan breakout. Tangan kita membawa banyak kotoran, minyak, dan bakteri, yang bisa menyumbat pori-pori kulit. Selain itu, ponsel yang sering kita bawa kemana-mana juga bisa menjadi sarang kuman. 

Setiap kali handphone menyentuh wajah, semua kotoran, minyak, dan kuman bisa menempel di kulit, menyebabkan jerawat terutama di sekitar pipi, dagu, atau mulut.

Cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan tidak menyentuh wajah sembarangan, terutama jika tanganmu belum dicuci. Pastikan juga untuk rutin membersihkan layar ponselmu dengan tisu antibakteri setiap hari. 

Jika kamu harus berbicara di telepon untuk waktu lama, lebih baik gunakan headset atau speaker untuk menghindari kontak langsung antara handphone dan wajah.

5. Pola Makan Tinggi Glikemik

Apa yang kamu makan ternyata juga mempengaruhi kesehatan kulitmu. Makanan dengan indeks glikemik tinggi—seperti roti putih, kentang goreng, atau makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Hal ini bisa memicu peradangan dalam tubuh yang mengarah pada produksi lebih banyak sebum di kulit, yang akhirnya menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Menurut penelitian dalam American Journal of Clinical Dermatology, diet yang kaya akan karbohidrat olahan dan gula tambahan lebih cenderung menyebabkan jerawat. 

Namun, bukan berarti kamu harus sepenuhnya menghindari karbohidrat. Pilihlah sumber karbohidrat yang lebih sehat seperti nasi merah, oat, dan roti gandum utuh yang memiliki efek lebih stabil terhadap kadar gula darah. 

Selain itu, konsumsilah lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan lemak sehat dari sumber seperti alpukat atau kacang-kacangan untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam.

Terkini