Kemdiktisaintek Dorong Pengembangan Pendidikan Jarak Jauh Internasional

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:34:24 WIB
Kemdiktisaintek Dorong Pengembangan Pendidikan Jarak Jauh Internasional

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Indonesia sedang mendorong kemajuan pendidikan tinggi melalui pengembangan program sarjana dan pascasarjana berbasis Open and Distance Learning (ODL), atau Pendidikan Jarak Jauh Lintas Negara. 

Langkah ini diambil untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa dan masyarakat luas dengan cara yang fleksibel, sambil mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas dan lebih inklusif di tingkat global.

Program ODL ini menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Kemdiktisaintek dan delegasi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang berlangsung di Jakarta pada 10 Februari 2026.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasi atas komitmen UKM dalam mendorong inovasi pembelajaran digital dan internasionalisasi pendidikan tinggi. 

Togar menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap pengembangan pendidikan jarak jauh lintas negara, dengan fokus pada pencapaian kualitas pendidikan dan pengakuan internasional.

Kerangka Regulasi yang Mendukung Pengembangan Pendidikan Jarak Jauh

Dalam pertemuan tersebut, Togar M. Simatupang juga menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki regulasi yang mendukung pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional. 

Menurutnya, sepanjang pendidikan tersebut memenuhi standar mutu, akreditasi, serta kesetaraan capaian pembelajaran, maka pendidikan jarak jauh lintas negara dapat diterima dan diakui secara sah.

“ODL adalah wadah baru, sarana baru bukan hanya untuk menjangkau mahasiswa kita, tetapi juga untuk mendidik masyarakat dengan cara yang fleksibel,” ujar Togar. 

Ia menambahkan bahwa, dengan adanya ODL, lebih banyak mahasiswa dapat mengakses pendidikan tinggi yang bermutu tanpa terbatas oleh lokasi, waktu, atau kendala fisik lainnya. 

Pendekatan ini, menurut Togar, membuka peluang yang sangat besar untuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dan kawasan.

Pendidikan jarak jauh lintas negara tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan mobilitas talenta dan pasar kerja kawasan. 

Kemdiktisaintek berencana untuk mengaitkan kerja sama pendidikan tinggi dengan peningkatan kualitas SDM yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di pasar global.

Pengakuan Kualifikasi Lulusan Luar Negeri Melalui ODL

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menambahkan bahwa pengakuan kualifikasi lulusan luar negeri, termasuk yang diperoleh melalui skema ODL, akan dilakukan melalui mekanisme penyetaraan ijazah.

 Penyusunan penyetaraan ini mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk memastikan kesesuaian jenjang, mutu, dan proses pembelajaran yang dijalani oleh mahasiswa. 

Hal ini bertujuan agar lulusan dari pendidikan jarak jauh tetap mendapatkan pengakuan yang setara dengan lulusan dari pendidikan formal lainnya.

Menurut Beny, pengakuan terhadap kualitas pendidikan yang diberikan oleh universitas luar negeri melalui ODL adalah langkah penting untuk menjaga standar pendidikan tinggi nasional. Tidak hanya itu, pengakuan ini juga bertujuan untuk membuka peluang lebih luas bagi lulusan ODL dalam memasuki dunia kerja, baik di Indonesia maupun di kawasan ASEAN.

“Kemdiktisaintek juga mendorong agar implementasi ODL dikembangkan melalui kemitraan institusional dengan perguruan tinggi nasional, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih luas, termasuk peluang lulusan berkarir di kawasan ASEAN,” terang Beny.

Peluang Kemitraan Pendidikan Tinggi Regional yang Inklusif dan Berkelanjutan

Selama ini, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) telah menjalin berbagai kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

Kemitraan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran akademik hingga riset bersama dan program-program kolaboratif. 

Melalui kemitraan ini, Kemdiktisaintek berharap Indonesia dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara ASEAN lainnya, dalam rangka memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di kawasan tersebut.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kemitraan strategis yang lebih kuat dalam bidang pendidikan tinggi. Di sisi lain, Kemdiktisaintek juga berharap agar kolaborasi ini dapat melahirkan berbagai program baru, seperti joint degree, dual degree, pengembangan kurikulum bersama, hingga micro-credential yang semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja. 

Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam membangun pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui pendekatan ini, Indonesia berupaya untuk tidak hanya menjadi pasar pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di tingkat regional,” ungkap Togar.

Tantangan dan Harapan Ke Depan untuk Pendidikan Jarak Jauh Lintas Negara

Ke depan, Kemdiktisaintek berharap agar penjajakan kerja sama ini dapat semakin memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas melalui transformasi digital. 

Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi adalah bagaimana mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa di seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN, dengan tetap menjaga kualitas dan integritas pendidikan.

Namun, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan kerja sama internasional yang semakin intens, diharapkan pendidikan jarak jauh lintas negara akan menjadi solusi yang efektif dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas. 

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendukung pembangunan SDM yang lebih kompetitif, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif terhadap daya saing Indonesia di kancah global.

Terkini