BEI Susut 1,58% Sepekan, Investor Jakarta Diminta Cermati Suku Bunga The Fed

Minggu, 20 September 2026 | 02:09:01 WIB

INVESTORTALK.ID — Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut 1,58% menjadi Rp11.266 triliun sepanjang pekan 14-18 September 2026, tertekan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat. Indeks Harga Saham Gabungan ikut melemah 1,53% ke level 6.441,159 dari 6.541,377 pada pekan sebelumnya. Aksi jual investor asing menambah tekanan di tengah derasnya sentimen global.

Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% menjadi pemicu utama koreksi pasar saham domestik pekan lalu. Langkah tersebut merupakan kenaikan pertama bank sentral AS sejak 2023.

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyatakan pergerakan kapitalisasi pasar sejalan dengan tren IHSG. Nilai kapitalisasi pasar turun dari Rp11.446 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp11.266 triliun.

Transaksi Harian Ikut Melandai

Seluruh indikator aktivitas perdagangan BEI tercatat menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian turun 6,95% menjadi Rp15,22 triliun dari Rp16,36 triliun.

Frekuensi transaksi harian melemah 14,73% ke 1,89 juta kali dari 2,22 juta kali. Volume transaksi harian juga berubah 20,71% menjadi 28,61 miliar saham dari 36,09 miliar saham.

Di sisi lain, investor asing membukukan jual bersih Rp1,79 triliun pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Sepanjang 2026, akumulasi net sell asing sudah mencapai Rp74,36 triliun.

Reaksi Pasar Dinilai Terbatas

Analis Stockbit Sekuritas menilai reaksi pasar obligasi maupun saham terhadap kenaikan The Fed relatif terbatas. Kondisi itu menunjukkan pelaku pasar telah memperhitungkan kenaikan suku bunga lanjutan.

"Kami menilai reaksi market yang cenderung terbatas, baik di pasar obligasi maupun saham, menandakan bahwa multiple rate hikes sudah diekspektasikan oleh market (priced-in)," tulis analis Stockbit Sekuritas dalam laporannya.

Kenaikan suku bunga AS tersebut sesuai ekspektasi konsensus pasar. Pasar obligasi dan saham merespons tanpa gejolak berarti.

Tekanan Lanjutan Masih Membayangi

Stockbit Sekuritas memperkirakan masih ada satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026. Proyeksi itu membuka peluang Bank Indonesia mengikuti arah kebijakan serupa.

Bagi investor, pelemahan IHSG pekan lalu mencerminkan sensitivitas pasar domestik terhadap kebijakan moneter AS. Aliran dana asing yang masih keluar menuntut kehati-hatian dalam menyusun portofolio jangka pendek.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Terkini