Harga Emas Spot Bangkit 1,83% ke USD4.341,84 per Troy Ons

Harga Emas Spot Bangkit 1,83% ke USD4.341,84 per Troy Ons

INVESTORTALK.ID — Harga emas spot melonjak 1,83 persen ke USD4.341,84 per troy ons pada Kamis (17/9/2026), bangkit dari level terendah dalam hampir enam pekan sehari sebelumnya. Penguatan logam mulia ini ditopang penurunan harga minyak dan pelemahan dolar Amerika Serikat, sementara investor mencerna keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pergerakan emas dunia berbalik arah setelah tertekan ke titik terendahnya dalam hampir enam pekan. Data perdagangan menunjukkan harga emas spot ditutup menguat hampir 2 persen, tepatnya 1,83 persen, ke level USD4.341,84 per troy ons.

Dua faktor utama menopang kenaikan tersebut: penurunan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar dolar AS. Investor juga masih mencermati dampak keputusan kenaikan suku bunga The Fed terhadap prospek aset safe haven ini.

Harga Energi Turun, Tekanan Inflasi Berkurang

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger menilai pergerakan emas masih berkaitan erat dengan harga energi melalui jalur tekanan inflasi. Menurutnya, hubungan keduanya cenderung berbanding terbalik.

"Hubungan emas dengan harga energi sangat erat dan cenderung berbanding terbalik karena tekanan inflasi tersebut. Harga energi turun cukup tajam. Jadi, penurunan harga energi ini mengurangi sebagian tekanan terhadap pasar emas," ujar Meger, seperti dikutip Reuters.

Harga minyak melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut ke level terendah dalam sepekan. Pemicunya adalah meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Dolar AS Melemah, Emas Jadi Pilihan

Pelemahan dolar AS turut memperkuat posisi emas. Ketika greenback melemah, harga emas menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung naik.

Kombinasi dolar yang lebih lemah dan harga energi yang turun menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi logam mulia. Investor memanfaatkan momentum ini untuk kembali masuk ke aset lindung nilai.

Investor Cerna Suku Bunga The Fed

Kenaikan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor yang masih dicermati pelaku pasar. Kebijakan moneter ketat biasanya menekan harga emas karena meningkatkan opportunity cost memegang aset non-bunga.

Namun, dalam sesi kali ini pasar tampak lebih fokus pada dinamika harga energi dan pergerakan dolar. Kedua faktor tersebut terbukti mendominasi arah harga emas jangka pendek.

Bagi investor Indonesia, pergerakan emas global ini menjadi acuan penting untuk harga emas batangan dalam negeri. Pegadaian dan Antam biasanya menyesuaikan harga jual buyback mengikuti tren spot internasional.

Level Kunci yang Perlu Dicermati

Pasar akan memantau apakah penguatan ini berlanjut atau hanya bersifat teknis semata. Level terendah enam pekan yang baru saja disentuh menjadi titik support yang perlu dijaga.

Jika harga minyak terus turun dan dolar AS tetap lemah, emas berpotensi melanjutkan rebound. Sebaliknya, jika The Fed memberi sinyal hawkish tambahan, tekanan jual bisa kembali muncul.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index