Strategi Sukses Bank dalam Menghadapi Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:55:32 WIB
Strategi Sukses Bank dalam Menghadapi Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

JAKARTA - Industri perbankan Indonesia sedang mengalami perubahan besar, terutama dengan pertumbuhan pesat di sektor simpanan dana besar dan wealth management. 

Peningkatan signifikan pada simpanan perbankan yang bernilai besar, sebagaimana tercatat oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memberikan dampak positif pada layanan wealth management yang ditawarkan bank. 

Dengan tumbuhnya jumlah simpanan perbankan yang mencapai Rp 10.088 triliun pada 2025, porsi simpanan dengan nilai lebih dari Rp 5 miliar mengalami lonjakan hingga 22,8% secara tahunan. 

Hal ini menunjukkan bahwa nasabah semakin tertarik untuk mengalokasikan dana mereka pada instrumen yang memberikan return lebih tinggi, yang pada gilirannya menguntungkan sektor wealth management.

Angka-angka ini mencerminkan optimisme di kalangan para pelaku industri perbankan, yang semakin mengandalkan produk-produk wealth management untuk meningkatkan pendapatan. 

Sebagai salah satu subsektor yang berkembang pesat, sektor ini diproyeksikan terus tumbuh seiring dengan perkembangan dana simpanan nasabah yang semakin meningkat.

Bank Danamon dan Strategi Wealth Management yang Menguntungkan

Di tengah tren pertumbuhan ini, Bank Danamon menunjukkan hasil yang positif dari bisnis wealth management-nya. Ivan Jaya, Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun lalu, Asset Under Management (AUM) bank tumbuh sekitar 25% secara tahunan. 

Meski Ivan tidak membeberkan angka pastinya, hasil yang positif ini banyak didorong oleh produk reksadana yang mengalami pertumbuhan signifikan. 

Terutama reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi, yang semakin diminati oleh nasabah sebagai alternatif investasi yang menguntungkan.

Penurunan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor yang turut berperan dalam mendorong pertumbuhan produk ini. Ketika bunga deposito turun, banyak nasabah yang mencari alternatif lain dengan imbal hasil yang lebih tinggi. 

"Nasabah mencoba mencari instrumen yang bisa memberikan bunga lebih tinggi," ujar Ivan, mengacu pada kecenderungan nasabah yang beralih ke reksadana pendapatan tetap, yang memberikan peluang keuntungan lebih besar dibandingkan deposito tradisional.

Bank Danamon juga memproyeksikan bahwa pada 2026, total AUM mereka akan terus tumbuh sekitar 20%. "Kami akan mencoba mengompensasi kompresi interest income dari fee based income," ungkap Ivan.

Bisnis Wealth Management BCA Ikut Mengalami Lonjakan

Selain Bank Danamon, Bank Central Asia (BCA) juga merasakan dampak positif dari pertumbuhan wealth management. 

Dessy Nathalia, Senior Vice President Wealth Management BCA, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, AUM BCA di sektor wealth management tumbuh lebih dari 15% secara tahunan. Salah satu produk yang mendongkrak kinerja ini adalah obligasi ritel yang berhasil mencapai proporsi sekitar Rp 40 triliun pada 2025.

Menurut Dessy, meningkatnya minat nasabah terhadap instrumen berpendapatan tetap menunjukkan pergeseran preferensi dari produk investasi lainnya ke obligasi ritel yang memberikan return stabil. Ini memperkuat posisi bisnis wealth management BCA sebagai penyumbang pendapatan yang semakin signifikan.

Sebagai tambahan, Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menambahkan bahwa produk reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam bisnis wealth management BCA. 

Layanan ini dapat diakses dengan mudah baik secara online melalui aplikasi myBCA maupun offline melalui lebih dari 190 kantor cabang BCA yang melayani transaksi investasi nasabah.

Strategi Bank dalam Memaksimalkan Potensi Wealth Management

BCA dan Danamon menunjukkan bahwa sektor wealth management memiliki potensi yang sangat besar, terutama dengan semakin banyaknya nasabah yang mencari instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

 Kedua bank ini, dengan pendekatan berbasis kebutuhan nasabah, telah berhasil memperkenalkan berbagai produk investasi yang relevan, baik melalui platform digital maupun layanan di kantor cabang.

Melalui layanan yang lebih mudah diakses dan produk investasi yang sesuai dengan tren pasar, BCA dan Danamon dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis wealth management mereka. 

Selain itu, dengan terus berinovasi dalam memberikan akses investasi yang lebih baik kepada nasabah, mereka berharap bisa terus memperkuat posisi mereka di pasar perbankan Indonesia.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Peningkatan simpanan besar di sektor perbankan Indonesia semakin mengarah pada pertumbuhan signifikan dalam bisnis wealth management. 

Bank-bank seperti BCA dan Danamon menunjukkan bagaimana mereka berhasil memanfaatkan tren ini dengan strategi yang tepat. Dari produk reksadana pendapatan tetap hingga obligasi ritel, bank-bank ini berhasil menawarkan solusi investasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Dengan proyeksi pertumbuhan yang terus berlanjut, terutama di sektor wealth management, bank-bank besar akan terus memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisi mereka di pasar. 

Sebagai hasilnya, bisnis wealth management bukan hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi bank, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung keberlanjutan pertumbuhan di sektor perbankan Indonesia.

Terkini