Ekspor Mobil Listrik Naik 92.000 Unit, BYD Pesan 10 Kapal Baru

Ekspor Mobil Listrik Naik 92.000 Unit, BYD Pesan 10 Kapal Baru

INVESTORTALK.ID — BYD memesan 10 kapal pengangkut kendaraan listrik baru yang masing-masing berkapasitas sekitar 9.200 unit, menambah daya angkut hingga 92.000 mobil sekali jalan. Pesanan dikerjakan China Merchants Industry di galangan Jinling dan Haimen, dengan pengiriman bertahap pada 2027–2029. Langkah ini memperkuat jalur distribusi ekspor BYD sekaligus menegaskan ambisi penetrasi pasar di Asia hingga Eropa.

Produsen asal China itu tidak hanya memperbesar produksi, tetapi juga membangun armada logistik sendiri. Dengan tambahan 10 kapal, total kapal pengangkut kendaraan BYD akan mencapai 18 unit.

Jika seluruh armada beroperasi pada kapasitas maksimal, BYD dapat mengangkut sekitar 130.000 mobil dalam satu waktu. Sebelumnya, perusahaan telah memiliki delapan kapal pengangkut.

Kapal Ro-Ro Dirancang Khusus untuk Mobil Listrik

Armada BYD menggunakan sistem roll-on/roll-off (Ro-Ro). Mobil dikendarai langsung masuk ke kapal melalui ramp, lalu dikeluarkan dengan cara serupa saat tiba di pelabuhan tujuan.

Desain ini memangkas waktu bongkar-muat dibandingkan kapal kargo umum. Kapal-kapal yang sudah beroperasi antara lain BYD Hefei, BYD Changzhou, BYD Shenzhen, BYD Changsha, BYD Xian, dan BYD Explorer No. 1.

Armada tersebut digunakan untuk mengirim berbagai model, mulai dari Atto 1 hingga M6, ke sejumlah negara.

Mengapa BYD Bangun Armada Sendiri

Kapasitas logistik menjadi bagian penting dari ekspansi BYD di pasar global. Pengiriman kendaraan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kapal pengangkut umum.

Perusahaan punya tambahan kapasitas khusus untuk mendistribusikan produknya. Strategi ini juga memperbesar penjualan di luar China, dengan pasar Asia hingga Eropa sebagai tujuan utama.

Jejak BYD di Pasar Indonesia

Di Indonesia, BYD menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan penjualan cukup cepat. Pada Juli 2026, BYD masuk tiga besar merek mobil terlaris di pasar Indonesia.

Pencapaian itu menempatkan BYD bersaing ketat dengan merek Jepang yang lama menguasai pasar. Penambahan armada kapal memberi BYD kendali lebih besar atas jadwal pengiriman ke pasar Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara.

Bagi konsumen, pengiriman yang lebih terjamin berpotensi memangkas waktu tunggu unit. Bagi pelaku industri, langkah BYD menandai pergeseran model bisnis: produsen mobil listrik kini berlomba menguasai rantai distribusi, bukan hanya lini produksi.

China Merchants Industry dijadwalkan menyerahkan kapal-kapal baru secara bertahap mulai 2027 hingga 2029.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index