Jakarta Pantau Program Sekolah Rakyat: Akses Gratis untuk 44 Ribu Anak

Jakarta Pantau Program Sekolah Rakyat: Akses Gratis untuk 44 Ribu Anak

INVESTORTALK.ID — Program Sekolah Rakyat kembali menambah daya tampungnya tahun ini. Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera kini bisa sekolah gratis di 182 wilayah, naik jauh dibanding tahun pertama. Simak sejumlah fakta penting di balik program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini.

Kabar baik datang bagi keluarga miskin yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak. Jumlah penerima manfaat Sekolah Rakyat melonjak signifikan dibanding tahun pertamanya. Berikut fakta-faktanya.

1. Menjangkau Lebih dari 44 Ribu Anak

Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani menyebut lebih dari 44 ribu anak kini kembali mendapat akses pendidikan gratis. Cakupannya meliputi jenjang SD, SMP, hingga SMA. "Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis," kata Devi di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

2. Tersebar di 182 Wilayah

Jangkauan program ini meluas ke 182 wilayah. Angka itu naik dari 166 titik pada tahun pertama. Pemerintah berkomitmen memperluas cakupan agar anak yang sebelumnya tak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah.

3. Naik Tajam dari Tahun Pertama

Di tahun pertama, peserta didik Sekolah Rakyat baru sekitar 14.700 anak. Kini jumlahnya menembus 44 ribu. Lonjakan ini menunjukkan perluasan program berjalan cukup cepat dalam kurun waktu singkat.

4. Sasaran Utama Putus Kemiskinan Antargenerasi

Program ini digagas Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendekatannya lewat pendidikan sekaligus pemberdayaan. Harapannya, kondisi ekonomi orang tua tak lagi menghalangi masa depan anak.

5. Pendataan Berbasis DTSEN

Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). "Sehingga bantuan negara sampai tepat pada anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas," ujar Devi. Sistem ini memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga prasejahtera.

6. 93 Gedung Permanen Sudah Beroperasi

Tahun ini, 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah rampung dibangun. Gedung-gedung itu mulai beroperasi pertengahan Juli hingga awal September. Fasilitasnya disebut setara sekolah unggulan, sehingga siswa tak perlu menunggu lebih lama untuk belajar layak.

7. Target 150 Ribu Siswa pada 2027

Sesuai arahan Presiden Prabowo, negara menargetkan lebih dari 150 ribu siswa terlayani pada 2027. Ke depan, setiap kabupaten dan kota diharapkan punya minimal satu gedung permanen berkapasitas lebih dari 2 ribu siswa.

Perluasan Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen negara menghadirkan pendidikan gratis bagi anak keluarga miskin. Dari 14.700 peserta di tahun pertama menjadi 44 ribu lebih sekarang, target 150 ribu siswa pada 2027 jadi langkah lanjutan yang patut dipantau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index